Loading

wait a moment

How to Install Proxmox VE 5.0 on Virtualbox

Proxmox VE 5.0

Apa itu Proxmox VE?

Proxmox Virtual Environment atau yang lebih dikenal sebagai Proxmox VE adalah sebuah platform sistem virtualisasi server managemen yang bersifat open source yang mana dapat digunakan untuk management virtualisasi KVM/QEMU dan LXC (OpenVZ). Proxmox VE merupakan sistem operasi yang dikembangkan dari OS LInux Debian. Proxmox VE memberikan kemudahan untuk managemen virtualisasi dengan memberikan user interface yang berbasis web managemen interface, sehingga user akan mudah dalam mengatur virtualisasi yang. Selain manage virtualisasi Proxmox VE juga dapat digunakan untuk highly available clusters, storage anda network integrasi yang mana semua itu dapat dilakukan melalui CLI atau web managemen interface. [reference : Proxmox VE]

Apa yang terbaru di Proxmox VE versi 5.0?

  • based on Debian 9 “Stretch”
  • has a modified Linux Kernel 4.10
  • introduces a completely new open-source storage replication stack, fully integrated into the GUI
  • has fantastic Ceph preview
  • allows simplified import of disk images from VMware, Hyper-V, etc.
  • brings many GUI improvements: new live migration with local storage via QEMU, USB und Host PCI address, bulk actions, filtering options, and much more…

How to install Proxmox VE 5.0

Lalu, bagaimana step by step install Proxmox VE 5.0? Berikut ini adalah tutorial cara install Proxmox VE 5.0. Pada tutorial ini saya melakukan installasi Proxmox VE 5.0 pada virtualbox, tapi jika kalian mempunyai dedicated server mungkin tidak jauh beda step by step untuk installasi Proxmox VE 5.0.

  1. Download Proxmox VE ISO disini
    Download Proxmox VE 5.0 Di sini
  2. Jika kalian juga ingin mencoba install di virtualbox, maka buat dahulu virtual machinenya khusus untuk Proxmox VE 5.0.
    • Jalankan Virtualbox > klik New > ketikkan nama untuk virtual machine. misal. Proxmox 5 > Pilih tipe yang “Linux” > Pilih versi yang “Other Linux (64-bit)” > klik Next
    • Setelah itu akan muncul kotak dialog “Memory Size” > ketikkan “2048 MB” (2 GB) atau lebih (Disini saya sarankan untuk memori yang digunakan minimal 2GB) > klik Next
    • Kemudian akan muncul dialog box tentang “Hard disk” > Pilih “Create a virtual hard disk now” > Klik Next > pada dialog box “Hard disk file-type“, piliih tipe “VMDK” atau “VDI” (disini saya menggunakan tipe “VMDK“) > klik Next > di dialog box “Storage on physical hard disk” pilih “Dynamically allocated” > kemudian pada “File location and size” ketikan total ukuran dari disk yang ingin kalian gunakan. misal 25 GB atau lebih (disini saya sarankan untuk minimal 25GB) > klik Create
    • Setelah virtual machine terbuat, sebelum mejalankannya kalian harus melakukan beberapa settingan terlebih dahulu. Klik kanan pada VM “Proxmox 5” > klik “Settings” > arahkan ke tab menu “Storage” > pada “Controller: IDE” pilih pada kolom “Empty” untuk load Proxmox VE 5.0 ISO
    • Masih pada Settings menu, kemudian pindah ke tab menu “System” > klik tab “Acceleration” > cek list pada “Enable VT-x/AMD-V” dan “Enable Nested Paging
    • Dan pada settingan terakhir pindah ke tab menu “Network” enable semua adapter dan set “Attached to” pada “Host-Only Adapter
  3. Setelah proses create VM dan setting selesai jalankan VMnya, yang mana nanti akan otomatis load ISO Proxmox VE.
    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Installation Menu

    Tekan “Enter” untuk memilih “Install Proxmox VE

  4. Selanjutnya, akan muncul halaman “GNU AFFERO GENERAL PUBLIC LICENSE” > Klik “I agree“, untuk ke step berikutnya.

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – License Agreement
  5. Kemudian akan muncul halaman “Target harddisk” pilih “/dev/sda” untuk lokasi installasi Proxmox VE

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Target Harddisk
  6. Berikutnya, setting location, time zone, dan keyboard layout, misal. Country : Indonesia, Time Zone : Asia/Jakarta, Keyboard Layout : U.S English

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Location and Time Zone selection
  7. Jika sudah selesai pada settingan Location and Time Zone. lalu, kalian akan disuruh untuk memasukan Password dan Email pada halaman “Administration Password and Email Address”.

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Administration Password and Email Address
  8. Dan pada step installasi terakhir kalian akan disuruh memasukan range IP Address untuk management VM Proxmox VE di halaman Management Network Configuration. misal hostame (FQDN) : proxmox.geek.web.id, IP Address : 10.10.11.50, netmask : 255.255.255.0, Gateway : 10.10.11.1, DNS Server : 10.10.11.1

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Management Network Configuration
  9. Jika sudah selesai pada “Management Network Configuration” klik “Next“. Dan tunggu proses installasi Proxmox VE

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Processing Installation Proxmox VE
  10. Kemudian akan muncul halaman Installation successful, klik “Reboot

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Installation Successful
  11. Sekarang coba akses web based management Proxmox VE melalui browser. ketikkan pada address bar https://IP_Address:8006/

    Installation Proxmox VE 5.0
    Installation Proxmox VE 5.0 – Proxmox VE Dashboard

Mudah bukan untuk step by step installasi Proxmox VE 5.0, jika kalian masih bingung step by stepnya silakan komen nanti akan kami jawab.